Jun 21, 2009

Urgensi Angket DPT Pemilu 2009



Oleh: Aria Bima
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan,
Pengusul Hak Angket DPT



Hiruk-pikuk pemilu 2009 usai sudah. Partai-partai politik pun lalu sibuk menyongsong ajang pemilihan presiden atau pilpres. Tapi, satu hal tak boleh dilupa: jutaan warga negara telah dirampas haknya untuk memilih pada pemilu 9 April 2009 Fakta inilah yang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru-baru ini telah diputuskan akan ditindaklanjuti melalui penggunaan hak angket DPR.

Jun 10, 2009

Negara dan Krisis Pemimpin dan Kepemimpinan



Oleh: Aria Bima
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan


KRISIS multidimensi yang menerpa negara kita sejak akhir dekade 1990-an di satu sisi memang membawa angin segar demokratisasi di negeri ini. Sehingga tak ayal, Indonesia kini tercatat sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, setelah AS dan India. Akan tetapi, di sisi lain, krisis tersebut juga membuka kotak pandora kesadaran kita, bahwa banyak hal keliru yang telah dilansir rezim Orde Baru selama 32 tahun kekuasaannya.  


Bung Karno dan Misi Abadi PDI Perjuangan




Bangsa yang besar adalah bangsa yang tiap hari digembleng oleh keadaan,
digembleng hampir hancur lebur, bangkit kembali (Soekarno).


Oleh: Aria Bima*
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan


Saudara-saudara, para nasionalis dan Soekarnois sejati, kader PDI Perjuangan!
Pemimpin boleh saja mati atau berganti. Namun ajaran pemimpin rakyat sejati akan tetap diikuti dan menjadi inspirasi abadi bagi bangsa ini. Demikian pula dengan ajaran-ajaran Bung Karno. Bung Karno memang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, beristirahat dengan tenang di kota kelahirannya, Blitar, Jawa Timur. Tetapi, selama NKRI masih tegak berdiri, maka pemikiran atau gagasannya akan tetap hidup dan menjadi rujukan bagi ratusan juta warga negeri ini. Pada saat bangsa ini beruntun ditimpa krisis multi dimensi, misalnya, maka seperti saya kutip di atas, ucapannya dapat menjadi api semangat bagi kita untuk bangkit dan tidak menyerah pada keadaan.


Ihwal Dikotomi Pemimpin Muda dan Tua



Oleh: Aria Bima
Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPR RI




MARAKNYA wacana dikotomis yang mengasumsikan pemimpin muda seolah-olah identik dengan perubahan atau perbaikan kondisi bangsa, dan sebaliknya pemimpin tua seperti barang kadaluarsa yang tak layak pakai lagi, adalah terminologi keliru dan sangat menyesatkan. Wacana ini juga bersifat black campaign atau pembunuhan karakter kepada generasi pemimpin yang lebih berpengalaman, dan karena itu melanggar fatsoen atau tata krama politik.


Komersialisasi Pendidikan dan Marjinalisasi Rakyat Miskin




Oleh: Aria Bima*
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan





SECARA Historis, bangsa Indonesia, apalagi yang berasal dari kalangan penduduk bumiputera atau pribumi, diperlakukan dengan sangat diskriminatif oleh kaum penjajah. Diskriminasi itu menyentuh segala aspek, tak hanya aspek ekonomi dan politik, tapi juga dalam lapangan pendidikan. Sementara warga keturunan Belanda, Eropa, atau Timur Asing boleh mengenyam pendidikan secara leluasa, tidak demikian halnya dengan bangsa


Mengembalikan Kampus sebagai Wahana Kaderisasi Calon Pemimpin Bangsa





Oleh: Aria Bima*
Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan



Universitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita,
bukan saja di lapangan technical and managerial know how,
tetapi juga di lapangan mental, di lapangan cita-cita,
di lapangan ideologi, di lapangan pikiran.
Jangan sekali-kali universitas menjadi tempat perpecahan.
***
(Soekarno, Kuliah umum di Universitas Pajajaran, Bandung, 1958).





PIDATO Bung Karno di atas sengaja saya kutip untuk mengawali tulisan ini. Sebab isi pidato tersebut sangat visioner. Ia mengingatkan kepada para mahasiswa Indonesia dan para sivitas akademika umumnya, agar tidak sekadar menjadikan kampus perguruan tinggi sebagai sarana menuntut ilmu yang bersifat teknis belaka –sesuai spesialisasi masing-masing. Akan tetapi, kita juga harus menjadikan kampus sebagai sarana menggembleng kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa masa depan. 


LANGKAH MUNDUR PENEGAKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI BUMN





Oleh:
ARIA BIMA*
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan




SEBAGAI koreksi atas penyimpangan Orde Baru, maka salah satu tuntutan rakyat yang disuarakan Gerakan Reformasi 1998 ialah ditegakkannya pemerintahan yang baik dan bersih dari segala pencemaran korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Amanat rakyat inilah yang kemudian dituangkan oleh MPR dalam bentuk ketetapan mengenai penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari KKN. Amanat ini kemudian ditindaklanjuti Presiden Megawati Soekarnoputeri waktu itu, antara lain dengan Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keppres ini tanpa kecuali juga berlaku bagi kalangan BUMN.

Kaum Muda dan Krisis Kepemimpinan Bangsa





Oleh: Aria Bima*
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan



“Sesungguhnya seorang pemimpin (imam) laksana perisai;
orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.”
(Hadis Riwayat Muslim)




KEPEMIMPINAN (leadership), menurut sosiolog Profesor Soerjono Soekanto, secara umum memiliki makna kemampuan dari seseorang –yang memiliki posisi sebagai pemimpin atau leader— untuk mempengaruhi orang lain –yakni para pengikut—, sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki sang pemimpin. Apabila para pemimpin gagal melaksanakan tugasnya ini, maka kepemimpinannya menjadi tidak efektif, dan akibatnya terjadilah krisis kepemimpinan. Inilah yang saat ini tengah dihadapi bangsa kita. Kita mengalami krisis kepemimpinan nasional. Sebab pemimpin nasional yang ada gagal menjadi sumber inspirasi bangsa. Mereka gagal mengajak rakyat bangkit melawan segala keterpurukan yang menjerat bangsa kita sejak satu dekade terakhir.


Minyak Goreng dan Petaka Negara Perusahaan





Oleh:
Aria Bima
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI




KETIKA harga komoditas beras naik, pemerintah sigap mengatasi dengan beragam cara: operasi pasar atau impor beras. Akibatnya petani padi tak sempat menikmati kenaikan harga itu. Padahal merekalah yang selama ini menjadi mayoritas warga yang paling sengsara.

Mengaktualkan Spirit Sumpah Pemuda






Oleh: Aria Bima
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan



SUMPAH PEMUDA yang diikrarkan para tokoh pemuda pada 28 Oktober 1928 ialah peristiwa penting dalam proses pembentukan bangsa dan negara kita. Sebab ketika apa yang disebut Indonesia masih sebatas imajinasi penduduk tanah jajahan Hindia-Belanda, para pemuda justru telah menyadari bahwa cita-cita membentuk bangsa dan negara Indonesia di atas kepulauan Nusantara adalah sesuatu yang sangat mungkin.